Kitab Injil Pada Awalnya Ditulis Dengan Bahasa

Kitab Injil Pada Awalnya Ditulis Dengan Bahasa – Alkitab mencantumkan empat kitab pertama dari Perjanjian Baru menurut iman Kristen. Bahasa yang digunakan dalam Alkitab adalah bahasa Aram dan Yunani Koine (Yunani Kuno).

Kata “Injil” berasal dari bahasa Arab yaitu Ingil, yang berasal dari bahasa Yunani, euangelion) yang berarti ‘Kabar Baik’ atau ‘Kabar Baik’.

Kitab Injil Pada Awalnya Ditulis Dengan Bahasa

Di Chichewa, Alkitab disebut Injil, yang berasal dari kata bahasa Inggris Kuno god-spell yang berarti ‘Kabar Baik’.

Rukun Iman;

Dijelaskan dari buku Empat Injil & Amanat Agung, Thomas Hwang, (2021:14), keempat Injil yang merupakan pembukaan Kitab Suci Perjanjian Baru ditulis oleh:

Setelah para rasul memberitakan kabar baik ke tempat-tempat yang jauh, Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Alkitab adalah buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia. Setidaknya satu buku dalam Alkitab telah diterjemahkan ke lebih dari 2700 bahasa di seluruh dunia, termasuk 680 bahasa di Afrika, 590 bahasa di Asia, 420 bahasa di Oseania, 420 bahasa di Amerika Latin. dan Karibia, 210 bahasa di Eropa, dan 75 bahasa di Amerika Utara.

Alkitab lengkap atau sebagian tersedia dalam 98 bahasa di seluruh dunia. United Bible Society mengumumkan bahwa pada tanggal 31 Desember 2007, Alkitab tersedia dalam 438 bahasa, dan 123 bahasa tersebut adalah Alkitab deuterokanonika serta Perjanjian Lama dan Baru.

Sekolah Alkitab Mini

Di sisi lain, Alkitab tersedia dalam 1168 bahasa dan di bagian khusus tersedia dalam 848 bahasa lainnya.

Terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia dimulai pada awal 1600-an, ketika Portugis dan Belanda tiba di pulau itu. Hingga saat ini, sekitar 22 Alkitab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu-Indonesia.

Saat ini, versi ringkasannya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, meskipun bahasa yang digunakan dalam Alkitab pada awalnya adalah bahasa Aram dan Yunani Koine, Alkitab dan kitab-kitab lain dalam Alkitab tersedia dalam banyak bahasa di seluruh dunia. (BRP) Iman kepada kitab-kitab Allah SWT, termasuk rukun iman yang ketiga. Perihal beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, berarti kita yakin dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para rasul untuk menjadi pedoman hidup manusia. Kitab-kitab tersebut berisi tentang perintah, larangan, janji, dan ancaman Allah SWT. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Tata Krama Pekerja Kelas VIII SMP/MTs karya Aris Abi Syaifullah, dkk (2021: 30), ada 4 kitab yang diturunkan Allah ke dunia ini, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al. – Alquran. Oleh karena itu, artikel ini terutama akan menjelaskan sejarah Alkitab yang ditulis dalam bahasa Syria untuk menambah pengetahuan.

Kitab Suci Perjanjian Lama

Diurutkan dari yang tertua, empat kitab yang harus kita yakini adalah Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Ya, Alkitab adalah buku tertua ketiga yang diwahyukan Allah kepada dunia. Alkitab diturunkan kepada Nabi Yesaya pada awal abad ke-1 M. Alkitab diturunkan di daerah Yerusalem.

Injil aslinya ditulis dalam bahasa Syria dan kitab ini menjadi pedoman Nabi Isa yang beragama Nasrani, sebagaimana firman Allah dalam QS Maryam ayat 30:

Alkitab adalah pedoman bagi pemeluk agama Nasrani untuk mengikuti perintah Allah SWT. dibawa oleh Nabi Isa a.s. Nabi Isa mengajarkan umatnya untuk menaati perintah Allah dan tidak terbawa oleh gemerlap harta dan dunia. (CHL)Syria (atau Syriac) memainkan peran penting dalam perkembangan Kekristenan mula-mula. Diyakini bahwa Injil Matius, Injil Lukas, Dache, Ignatiana dan Injil Thomas ditulis di sini. Suriah adalah negeri tempat persilangan bahasa Yunani Koine dengan bahasa Syria, yang erat kaitannya dengan bahasa Aram yang diucapkan oleh Yesus dan para Rasul. Itulah sebabnya Alkitab Syria sangat dihormati oleh para sarjana yang mengkritik kitab suci.

Sarjana Pars telah menemukan lima atau enam versi Syria dari Perjanjian Baru atau bagian dari Alkitab Kristen. Ada kemungkinan beberapa Alkitab hilang. Banyak dari manuskrip ini sekarang berada di British Library dan perpustakaan lain di Eropa. Gulungan ini berasal dari negara-negara seperti Lebanon, Mesir, Sinai, Mesopotamia, Armenia, Georgia, India, dan bahkan China. Ini adalah bukti kuatnya sejarah peristiwa gereja Syria.

Soal Kelas Viii

Versi Injil yang paling awal adalah dalam bahasa Syria. Kata “Syria” adalah kata Yunani untuk bahasa daerah orang Suriah. Ini sebenarnya adalah bahasa Aram yang digunakan secara luas di Suriah. Terjemahan paling awal Perjanjian Baru dari bahasa Yunani tampaknya adalah Diatessaron, sebuah kompilasi dari empat Injil kanonik (mungkin teks kelima yang masih ada) yang ditulis sekitar tahun 170 oleh Tatianus di Roma. Meskipun Diatessaron belum ditemukan, bukti utamanya adalah komentarnya oleh Efrem orang Siria. Ada banyak teks yang disebut saksi Diatessaron, tetapi semuanya berbeda, dan pada akhirnya hanya bersaksi tentang popularitas jangka panjang dari persatuan semacam itu. Sebagian besar perjanjian Eropa pada Abad Pertengahan berasal dari Codex Fuldensis.

Versi Syria Kuno dari keempat Injil saat ini hanya ada dalam dua manuskrip, dan keduanya mengandung banyak penghilangan.

“Injil Curetonia” berisi penggalan-penggalan dari keempat Injil. Gulungan itu dibawa keluar pada tahun 1842 dari gurun Nitrian di Mesir, dan sekarang disimpan di British Library. Fragmen-fragmen tersebut dianalisis oleh William Cureton dan diedit pada tahun 1858. Menurut paleografi, manuskrip ini ditulis pada abad ke-5, disebut “Curetonian Syriac”, dan diberi kode Syrc atau Syrcur.

Manuskrip kedua ditemukan oleh Agnes Smith Lewis di St. Biara Catherine pada tahun 1892 di Gunung Sinai, disebut “Syriac Sinaiticus”, dan diberi kode Syrs. Versi ini diketahui dan dikutip oleh Ephrem of Syria, dan termasuk dalam literatur Barat.

Siapakah Yang Menulis Alkitab?

Semua gulungan ini hanya berisi Injil. Kisah Para Rasul dan Surat-surat Paulus tidak bertahan. Tulisannya hanya diketahui dari kata-kata yang dikutip oleh para bapa Gereja Timur. Kisah Para Rasul direkonstruksi oleh F. C. Conybeare, sedangkan Surat-surat Paulus oleh J. Molitor. Dia menggunakan komentar Ephrem.

Pada awal Februari 2009, gulungan ketiga ditemukan pada penyelundup barang antik yang dicurigai di Siprus utara. Tampaknya Alkitab bahasa Syria ditulis 2000 tahun sebelumnya. Gulungan itu berisi teks alkitabiah yang ditulis dengan tinta emas di atas vellum. Di satu halaman ada gambar pohon, dan di halaman lain ada 8 baris huruf Syria. Digil tidak kuat. Para sarjana masih memperdebatkan keaslian gulungan itu.

Kata Peshitta digunakan oleh Moses bar Kepha pada tahun 903 dan berarti “sederhana” atau “mudah” (sebagai metafora untuk terjemahan Vulgata Latin). Ini adalah Alkitab Syria tertua yang ada saat ini.

Ini berisi seluruh Perjanjian Lama, sebagian besar (?) kitab apokrif tambahan, serta 22 kitab Perjanjian Baru, tanpa surat pendek Amon (2-3 Yohanes, 2 Petrus, Yudas, dan Yohanes 7:53) – 8: 11. Itu dibuat pada awal abad ke 5. Penulisnya diyakini sebagai Rabbula, uskup Edessa (411-435). Gereja Suriah masih menggunakannya sampai sekarang.

Sejarah Tajwid Dalam Al Qur’an

Lebih dari 350 manuskrip masih ada, beberapa di antaranya ditulis pada abad ke 5 dan 6. Alkitab sangat mirip dengan teks Bizantium, tetapi Kisah Para Rasul mirip dengan teks Barat. Apakah Sirp.

Manuskrip Pesita tertua adalah Pentateukh (Taurat) tahun 464 M. Ada dua manuskrip Perjanjian Baru dari abad ke-5 (Codex Phillipps 1388).

“Versi Philoxenian” ditulis pada tahun 508 kepada Philoxenus, uskup Mabbug di Suriah timur. Alkitab ini berisi lima kitab yang tidak ada dalam kitab Pesita: 2 Petrus, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu. Terjemahan ini bertahan hanya dalam bentuk fragmen kecil dan diberi nama kode syrph.

Versi Harcleensis, dikenal sebagai syrh, masih ditemukan dalam 35 manuskrip dari abad ke-7 atau sebelumnya. Naskah-naskah tersebut menunjukkan keterkaitan dengan jenis aksara barat.

Bahasa Yang Digunakan Pada Kitab Injil Dan Sejarah Penerjemahannya

Menurut beberapa cendekiawan, versi Philoxenian dan Harclensis hanyalah komentar atas Pesyta, tetapi menurut cendekiawan lain, keduanya adalah penerjemah independen yang baru.

Sekitar tahun 500 Alkitab Syria Palestina diproduksi dalam bahasa Palestina. Buku ini berisi Surat 2 Petrus, 2-3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu kepada Yohanes. Versi ini dalam bahasa Kaisarea dan sangat berbeda dengan Alkitab dalam bahasa Syria lainnya. Itu termasuk dalam manuskrip yang digunakan oleh John Gwynn pada tahun 1893 untuk menyelesaikan edisi Letters to General miliknya.

Pada tahun 1892 Agnes Smith Lewis menemukan manuskrip “Lectionary Syriac Palestina” di perpustakaan St. Louis. Biara Catherine di Gunung Sinai. Gulungan-gulungan itu diberi kode syrpal. Injil beserta Mazmur, Taurat, dan Alquran adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Buku ini berisi petunjuk bagi manusia untuk hidup di bumi sebelum hari akhir.

Seluruh buku memiliki bahasa yang berbeda ketika diturunkan dan diajarkan kepada orang-orang. Dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kementerian Agama tahun 2019, serta penjelasannya

Bahasa Kitab Injil, Zabur, Taurat, Dan Al Quran Saat Diturunkan Allah Swt

Alkitab awalnya ditulis dalam bahasa Syria, juga dikenal sebagai bahasa Aram. Kabar gembira yang diturunkan kepada Nabi Isa AS mengandung petunjuk dan ilmu, seperti dalam QS Al Maidah ayat 46

ٱووا ٱ ٱ ٱ ٱ للييم ٱى ء ٱ ٱ

Bahasa Arab Latin: Wa qaffainā ‘alā āṡārihim bi’īsabni maryama muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāti wa ātaināhul-injīla fīhi hudaw wa nuruw wa muṣaddiqal limā baina yadamul-wadaihia mina wadaihia mina wadaihi

Artinya: “Dan Kami mengikuti jejak mereka (Nabi Bani Israil) bersama Isa putra Mariam, membenarkan Kitab Lama, yaitu Taurat.” dan cahaya (cahaya), dan membenarkan Kitab

Kunci Jawaban Agama Islam Kelas 8 Halaman 19, Mengenai Kitab Kitab Allah Swt Yang Perlu Kita Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *