Arus Listrik Dapat Mengalir Pada Rangkaian

Arus Listrik Dapat Mengalir Pada Rangkaian – Arah arus listrik Arah elektron Arus listrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah Aliran elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi

Rangkaian terbuka Rangkaian tertutup Lampu mati Arus listrik tidak mengalir Lampu menyala Arus listrik mengalir Arus listrik dapat mengalir jika berada pada rangkaian tertutup

Arus Listrik Dapat Mengalir Pada Rangkaian

Arus listrik identik dengan arus air A B A B A B hA hB hA > hB EPA > EPB hA = hB EPA = EPB Potensial A = Potensial B Arus air dapat mengalir jika terdapat perbedaan energi potensial

Perhatikan Gambar Rangkaian Berikut! Berdasa

Benda A Berpotensi tinggi Benda B Berpotensi rendah Arus listrik Penghantar A B Arus elektronik Arus listrik dapat mengalir jika terdapat beda potensial

Arus listrik adalah jumlah muatan yang mengalir melalui konduktor setiap detik. I = Intensitas arus listrik (amps) Q = muatan (Coulomb) t = waktu (detik)

7 Contoh Akumulator melintasi kutub dihubungkan ke terminal lampu jika arus yang mengalir melalui lampu adalah 0,5 A dan lampu menyala selama 2 menit, berapa muatan listrik yang melewati lampu? Diketahui I = ……………… A t = ……………… s Jawaban Q = ………… x ………………. = ………….x ……………. =………………………. c

A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A A Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.Pemasangan amperemeter pada suatu rangkaian listrik disusun secara seri

Listrik Dinamis Drs. Agus Purnomo Aguspurnomosite.blogspot.com.

Skala maksimum skala batas pengukuran skala ujung jarum 100 m A 1 A 1 0 A 5 A Nilai A dengan ujung jarum Nilai terukur = x batas pengukuran Nilai maksimal 34 100 X 1 = 0,34 A

10 Beda Potensial Energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik per satuan muatan V = Beda Potensial (Volt) W = Energi ( Joule ) Q = Muatan ( Coulomb ) 1 Volt = 1 J/C Satu volt untuk memindahkan diperlukan 1 Coulomb muatan listrik energi 1 Joule.

11 Contoh Sebuah baterai memiliki beda potensial 1,5 volt. Jika baterai digunakan untuk menyalakan bola lampu, muatan listrik sebesar 50 coulomb akan melewati bola lampu. Berapa banyak energi yang dilepaskan oleh baterai yang diketahui V = ………………… Jawaban Q = …………………. W = ………….. X …………….. Ditanya = ………….. X …………….. W = ? = …………………J

Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik (tegangan) Pemasangan voltmeter pada suatu rangkaian listrik disusun secara paralel seperti pada gambar. V v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V

Kuat Arus Listrik Yang Mengalir Pada Rangkaian Tersebut Adalah …. ( Tolong Jelaskan)

Skala yang ditunjuk jarum v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V Skala maksimum Batas pengukuran Nilai terukur = ….

V 100 m V 1 V 1 0 V 5 VA 100 m A 1 A 1 0 A 5 A 1, 2 0, 40 0, 54 0, 20 2, 6 4, 0 V I ~ Dari tabel data dapat diketahui jika o beda potensial bertambah, kuat arus listrik juga bertambah. Hubungan yang diperoleh antara beda potensial dengan intensitas adalah beda potensial berbanding lurus dengan intensitas arus listrik

~ I V(volt) 5.0 IR V = 4.0 V = Beda potensial (volt) 3.0 I = Intensitas arus (A) R 2.0 = Tahanan (Ω) V 1.0 R = I I ( A ) 0, 1 0, 2 0, 3 0 , 4 0, 5 0, 6

Data R 10 20 30 40 I 1.0 0.5 0.3 0.25 R(Ω) 50 40 Jika V dianggap konstan = 10 V V 10 I1 = 1.0 A I1 = I1 = 30 R 10 V 10 I2 = 0.5 A I2 = I2 = R 20 20 V 10 I3 = 0,3 A I3 = I3 = R 30 10 V 10 I4 = 0,25 A I4 = I4 = R 40 I( A) 0,25 0, 50 0,75 1,0 1,5

Tolong Dijawab Yah??nanti Siang Dikumpulin!!

1 B A Variabel yang dimanipulasi: panjang kabel Variabel respons: resistansi kabel Variabel kontrol: jenis kabel, luas penampang kabel IA > IB Semakin panjang kabel, semakin besar resistansi kabel RA < RB A Resistansi kabel sebanding dengan panjang kabel . lA < lbR ~ ℓ

Variabel manipulasi: jenis kawat Variabel respons: resistansi Variabel kontrol: panjang, luas penampang kawat RA > RB rA > rB Semakin tinggi resistansi jenis kawat, semakin tinggi resistansi kawat Resistansi kawat . kawat sebanding dengan resistansi jenis kawat. R r~

Variabel Manipulasi: Luas Penampang Kawat RA > RB Variabel Respon: Resistansi Kawat AA < AB Variabel Kontrol: Jenis Kawat, Panjang Kawat Semakin besar luas penampang kawat, semakin rendah resistansi kawat Resistansi kawat kawat berbanding terbalik dengan kawat. luas penampang. R1A~

Faktor-faktor yang mempengaruhi tahanan kawat adalah : 1. Panjang kawat (l) 2. Luas penampang kawat (A) 3. Tahanan jenis kawat (r) R = tahanan (Ω) l = panjang kawat kabel (m ) A = luas penampang kabel (m2) r = Tahanan jenis kabel (Ω m)

B. Lengkapilah Paragraf Berikut Dengan Memilih Kata Yang Telah Disediakan! Penyaluran Energi

22 Hukum pertama Kirchhoff Rangkaian seri 1 0 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A 5 A A A 1 A 100 m A L1 L2 Pada rangkaian tidak bercabang (seri) arus listrik sama dimana-mana

23 Rangkaian Paralel 100 m A 1 A 1 0 A 5 A A 1 0 A L2 5 A A 1 A 1 0 A 100 m A 5 AA 1 A 100 m A L1 Pada rangkaian shunt (paralel) Besarnya arus listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan jumlah arus kuat yang meninggalkan titik cabang Σ In = Σ I out

24 Contoh Perhatikan rangkaian berikut dan tentukan nilai I1, I2, I3? 3. Perhatikan rangkaian berikut dan tentukan nilai I1 sampai I7? 10A Q I2 S 40 A P I1 I3 I7 25A 2. Tentukan kuat arus I1 sampai I6? I6 I5 12 A I1 I3 50 mA I1 I2 I3 I2 I4 I4 30mA I5 I6 23mA Jika I1 = I2 15 mA I3 : I4 = 1 : 2 dan I5 = 2 I6

C d Vab Vbc Vcd Rs a d Vad Vad = Vab + Vbc + Vcd IR = IR1 + IR2 + IR3 Rs = R1 + R2 + R3

Inilah Pengertian Rangkaian Listrik, Sifat, Jenis Dan Komponennya

I1 I = I1 + I2 + I3 Vab Vab Vab R2 I I2 = + + a b RP R1 R2 R3 I3 R3 1 1 1 1 = + + RP R1 R2 R3 I Rp b a Vab

5 Ω 1 Rs = R1+R2+R3+R4+R5+R6+R7 Rs = Rs =23 Ω R2 1 RP R1 + = Rs = R1+RP+R2 RP 6 3 + = 1 Rs = 4+2+3 2 6 Ω Rs = 9 Ω RP 6 + = 1 2 3 Ω 3 Ω 4 Ω RP 6 = 1 3 4 Ω 3 Ω RP: 2 Ω = RP 2 Ω

C Vab = IR3 6Ω 3Ω a b c 4Ω I2 I1 I V = 18 volt R1 R2 R3 I = 18 volt 6Ω Vab = 3 x 4 Vab = 12 V I = 3 A Vbc = I1 R1 b Vbc = 1 x 6 I1 : I2 = R1 R2 : 1 Vbc = 6 V Tentukan intensitas arus total I1 dan I2 intensitas arus tegangan AB dan tegangan bc atau I1 : I2 = 6 3 : 1 Vbc = I2 R2 Vbc = 2 x 3 x6 Vbc = 6 V I1 : I2 = 1 : 2 R2 1 RP R1 + = Rs = R3 + Rp I1 = 3 1 x I I2 = 3 2 x IR = 4 + 2 RP 6 3 + = 1 Rs = 6Ω I1 = 3 1 x I2 = x 3 2 RP 6 = 1 3 = RP 2 Ω I1 = 1 A I2 = 2 A

2Ω 4Ω a b c d e V = 12 V f 1 Tentukan a. Hambatan pengganti b. Intensitas arus total c. Intensitas arus I1 dan I2 d. Tegangan Vab 3Ω 2 Ω 4Ω 5Ω 1Ω I2 I1 12 V I b a Temukan a. Hambatan pengganti b. Resistansi arus tiap hambatan c. Tegangan oleh resistansi

Bab 2 Listrik Rangkaian Terbuka Dan Tertutup

Gaya gerak listrik adalah perbedaan potensial antara ujung sumber tegangan ketika tidak ada arus yang mengalir atau dalam rangkaian terbuka. emf meter v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V V

32 TEGANGAN KLIP (V) Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber tegangan pada saat arus listrik mengalir atau dalam rangkaian tertutup. Clamp Voltage Meter v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V V

Etotal = E E = ggl (volt) rtotal = r n r = resistansi dalam (Ω) n = jumlah baterai

Untuk ggl E, r p q R I Hubungan antara ggl dan tegangan penjepit E = Vpq + I r Arus yang mengalir pada rangkaian I = Intensitas arus

Amatilah Rangkaian Hambatan Di Bawah Ini! Tentukan Kuat Arus Pada Rangkaian Listrik Dc!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *