Keterlibatan Seseorang Dalam Kehidupan Masyarakat Disebut

Keterlibatan Seseorang Dalam Kehidupan Masyarakat Disebut – BAB II KAJIAN TEORITIS. A. Gaya hidup dan solidaritas sosial komunitas bersepeda. bagaimana seseorang menampilkan diri di depan orang

Download “BAB II. KAJIAN TEORITIS. A. Gaya hidup dan solidaritas sosial komunitas sepeda. Bagaimana seseorang mempresentasikan dirinya di depan orang banyak”

Keterlibatan Seseorang Dalam Kehidupan Masyarakat Disebut

1 II. BAB GAMBARAN TEORITIS A. Gaya Hidup dan Solidaritas Sosial Komunitas Bersepeda 1. Gaya Hidup Pada era masyarakat modern, khususnya pada era masyarakat postmodern, bagaimana seseorang mempresentasikan dirinya di hadapan orang lain dan bagaimana seseorang membangun identitas di depan lingkungan sosialnya. lingkungan, yang dalam banyak hal bergantung pada pengaruh gaya hidup dan konstruksi diri sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat dan kepentingan yang melatarbelakanginya. Gaya hidup (lifestyle) berbeda dengan cara hidup (way of life). Suatu cara hidup ditunjukkan oleh ciri-ciri seperti norma, ritual dan pola tatanan sosial atau cara berbicara yang khas. Sementara itu, gaya hidup diekspresikan melalui apa yang dikenakan seseorang, apa yang mereka konsumsi, dan bagaimana mereka bertindak atau berperilaku ketika berada di hadapan orang lain. Seperti halnya komunitas bersepeda dengan jersey kuning kebanggaan yang menjadi ciri khas mereka dalam bersepeda. sebuah. Pengertian gaya hidup Gaya hidup disini berarti adaptasi aktif individu terhadap kondisi sosial guna memenuhi kebutuhan untuk bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain. Gaya hidup 28

Apa Yang Dimaksud Dengan Komunikasi Politik?

2 meliputi seperangkat kebiasaan, pandangan dan pola tanggapan terhadap kehidupan, dan khususnya perlengkapan hidup. Cara berpakaian, cara bekerja, pola konsumsi, cara individu mengisi kehidupan sehari-hari merupakan unsur-unsur yang membentuk gaya hidup. Gaya hidup dipengaruhi oleh keterlibatan seseorang dalam kelompok sosial, mulai dari seringnya interaksi dan tanggapan terhadap berbagai rangsangan di dalam diri mereka. Dalam bukunya Consumer Behavior and Marketing Communication, Sustian mendefinisikan gaya hidup secara umum sebagai cara hidup yang dikenali dari cara orang menghabiskan waktunya (aktivitas) dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. 27 Sementara menurut Weber, gaya hidup adalah selera yang mengikat kelompok dalam (in-group) aktor kolektif atau kelompok status, persaingan ditandai dengan kemampuan untuk memonopoli sumber daya budaya. 28 Beberapa ciri umum gaya hidup menurut Piliang antara lain: (1) gaya hidup sebagai pola, yaitu sesuatu yang dilakukan atau terjadi secara berulang-ulang; (2) mereka yang memiliki massa atau pengikut sehingga tidak ada gaya hidup personal; dan (3) memiliki daur hidup, artinya ada masa lahir, tumbuh, puncak, surut, dan mati. Gaya hidup dibentuk, diubah, dikembangkan sebagai hasil interaksi antara 27 Sustina, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya), Masalah Damsar, Sosiologi Ekonomi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), hlm.

3 disposisi habitus dengan batasan dan kemungkinan realitas. Dengan gaya hidup, individu menjaga tindakannya dalam batas dan kemungkinan tertentu. Individu, berdasarkan pengalamannya sendiri dibandingkan dengan realitas sosial, memilih jenis tindakan dan pertunjukan mana yang menurut mereka cocok dan mana yang tidak cocok untuk ditampilkan di ruang sosial. Istilah gaya hidup, baik dari sudut pandang individu maupun kolektif, berarti bahwa gaya hidup sebagai cara hidup meliputi seperangkat kebiasaan, pandangan, dan pola tanggapan terhadap kehidupan, dan terutama perlengkapan untuk hidup. Metode itu sendiri bukanlah sesuatu yang ilmiah, melainkan sesuatu yang ditemukan, diadopsi atau diciptakan, dikembangkan dan digunakan untuk menunjukkan tindakan guna mencapai tujuan tertentu. Untuk menguasainya, seseorang harus mengetahui metodenya, menggunakannya dan membiasakannya. Gaya hidup selalu dikaitkan dengan upaya seseorang untuk eksis dengan cara tertentu dan berbeda dari kelompok lain. Menurut Machin & Leeuwen, berbeda dengan gaya individual dan gaya sosial, gaya hidup disini dimaksudkan sebagai perpaduan antara gaya pribadi dan gaya sosial yang terjadi dalam suatu bidang sosial tertentu, yang merupakan tindakan bersama dalam mengisi waktu luang, dan sikap. dalam 30

4 wajah, masalah sosial tertentu. 29 Seperti halnya komunitas bersepeda, juga menonjolkan eksistensinya dalam gaya bersepeda yang membuatnya berbeda dengan komunitas bersepeda lainnya atau memiliki ciri yang lebih spesifik. Gaya hidup individu, yang ditandai dengan pola perilaku individu, akan mempengaruhi kesehatan individu tersebut dan akibatnya, kesehatan orang lain. Dalam kesehatan, gaya hidup dapat diubah dengan memberdayakan individu untuk mengubah gaya hidup, tetapi tidak hanya mengubah individu, tetapi juga dengan mengubah lingkungan sosial dan kondisi kehidupan yang mempengaruhi pola perilaku. Perlu dipahami bahwa tidak ada aturan yang seragam tentang gaya hidup yang sama dan sesuai yang berlaku untuk semua orang. Budaya, pendapatan, struktur keluarga, usia, kemampuan fisik, lingkungan rumah, dan lingkungan tempat kerja membuat gaya dan kondisi kehidupan yang berbeda menjadi lebih menarik, berguna, dan dapat diterima. Gaya hidup merupakan gambaran bagi siapa saja yang memakainya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral yang dimiliki seseorang terhadap lingkungannya. Atau bahkan gaya hidup adalah seni yang dipupuk setiap orang. Gaya hidup juga sangat terkait dengan waktu dan teknologi. Zaman Semakin Canggih 29 Bagong Suyanto, Sosiologi Ekonomi Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Postmodern, (Jakarta: Kencana, 2013), hlm.

Dengan teknologi, gaya hidup masyarakat lebih banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti lain, gaya hidup dapat memberikan pengaruh positif atau negatif bagi mereka yang menjalaninya, tergantung bagaimana orang tersebut menjalaninya. Ketika kita berbicara tentang gaya hidup, itu ada hubungannya dengan sepeda. Di Indonesia, cara mempopulerkan sepeda adalah dengan menghadirkannya sebagai produk penunjang gaya hidup ketimbang alat transportasi. Sepeda bukan lagi sekedar alat olahraga, rekreasi atau transportasi, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Hal ini dipahami sebagian besar masyarakat karena infrastruktur perkotaan di Indonesia belum menyediakan jalur sepeda dan fasilitas pendukung untuk bersepeda. Selain sebagai alat transportasi, sepeda menawarkan banyak keunggulan sebagai produk gaya hidup. Yang pertama adalah sebagai desainer identitas. Identitas terbentuk melalui kumpulan nilai dan karakter kita di hadapan masyarakat. Yang kedua adalah sebagai media interaksi. Sepeda mempromosikan komunikasi dan bersosialisasi, sehingga mereka akan selalu mengajak kita untuk berinteraksi dengan anggota keluarga, berkenalan dan membuat komunitas. Yang ketiga adalah untuk melengkapi tampilan. Sedangkan untuk 32

Transformasi Digital Adalah Tentang Perilaku Dan Budaya

Keempat produk tersebut merupakan produk yang merepresentasikan nilai kesederhanaan namun bermartabat. 30b. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup Banyak faktor yang mempengaruhi gaya hidup. Menurut Armstrong, gaya hidup terlihat dari perilaku individu, seperti aktivitas untuk memperoleh atau menggunakan barang dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan dalam menentukan aktivitas tersebut. Armstrong lebih lanjut menyatakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal). Faktor Internal Faktor internal yang mempengaruhi gaya hidup adalah sikap, pengalaman dan observasi, kepribadian, citra diri, motif dan persepsi dengan penjelasan sebagai berikut: Sikap 30 Dudy Wiyancoko, Desain Sepeda Indonesia, (Jakarta: Pustaka Populer Gramedia, 2010), hlm.

7 Sikap berarti keadaan pikiran dan keadaan pikiran yang siap menanggapi suatu objek yang diatur melalui pengalaman dan secara langsung mempengaruhi perilaku. Keadaan jiwa sangat dipengaruhi oleh tradisi, adat istiadat, budaya dan lingkungan sosial. Pengalaman dan Pengamatan Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan sosial terhadap perilaku, pengalaman dapat diperoleh dari semua perbuatan yang telah lalu dan dapat dipelajari, melalui belajar orang akan dapat memperoleh pengalaman. Hasil pengalaman sosial akan mampu membentuk pandangan subjek. Kepribadian Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan mode perilaku yang menentukan perbedaan perilaku setiap individu. Citra Diri Faktor lain yang menentukan kepribadian seseorang adalah citra diri. Konsep diri telah menjadi pendekatan yang sangat dikenal luas untuk menggambarkan hubungan antara konsep diri

8 konsumen dengan citra merek. Bagaimana individu mempersepsikan dirinya akan mempengaruhi minat terhadap subjek. Citra diri sebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan perilaku individu ketika menghadapi permasalahan hidup, karena citra diri merupakan kerangka acuan yang menjadi awal dari perilaku. Motif Perilaku individu muncul dari motif kebutuhan akan rasa aman dan kebutuhan akan prestise adalah beberapa contoh motif. Apabila motif seseorang terhadap kebutuhan akan prestise tinggi maka akan membentuk gaya hidup yang akan mengarah pada gaya hidup hedonistik. Persepsi Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran yang bermakna tentang dunia. Faktor eksternal Faktor eksternal yang dijelaskan oleh Nugraheni (2003) yang mempengaruhi gaya hidup adalah sebagai berikut: Kelompok Referensi 35

9 Kelompok referensi adalah kelompok yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Kelompok yang memberikan pengaruh langsung adalah kelompok di mana seorang individu menjadi anggota dan berinteraksi satu sama lain, sedangkan kelompok yang memberikan pengaruh tidak langsung adalah kelompok di mana seorang individu bukan anggota kelompok tersebut. Pengaruh ini akan memaparkan individu pada perilaku dan gaya hidup tertentu. Keluarga Keluarga memiliki peran terbesar dan terlama dalam membentuk sikap dan perilaku individu. Hal ini dikarenakan pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan anak yang secara tidak langsung mempengaruhi gaya hidupnya. Kelas Sosial Kelas sosial adalah kelompok yang relatif homogen dan permanen dalam masyarakat yang diatur dalam tatanan hierarkis, dan anggota di setiap tingkat memiliki nilai, minat, dan perilaku yang sama. Dalam sistem sosial pembagian kelas dalam masyarakat terdapat dua unsur pokok, yaitu kedudukan (status) dan peran. Kedudukan sosial berarti tempat seseorang dalam lingkungan sosial, reputasi, hak-hak-36

Partisipasi Warga Negara Dalam Sistem Politik Indonesia

10 hak dan kewajiban. Seseorang dapat mencapai posisi sosial ini melalui usaha yang disengaja atau dapat diperoleh melalui kelahiran. Peran adalah aspek dinamis dari suatu posisi. Jika individu menyadari hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia berperan dalam kebudayaan. Budaya mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *