Logika Berasal Dari Kata

Logika Berasal Dari Kata – Logika berasal dari kata Yunani “logos” yang berarti ucapan, perkataan, akal budi dan pengetahuan. Logika sebagai ilmu adalah elemen dasar dari semua ilmu. Logika sebagai seni atau keterampilan adalah seni atau prinsip berpikir yang benar, langsung dan benar. Sebagai suatu keterampilan, logika adalah seni dan keterampilan menerapkan hukum-hukum atau prinsip-prinsip berpikir untuk bernalar secara benar, menyeluruh, dan sistematis. Hadiatmaja dan Kuswa Endah (2011:9) menyatakan bahwa logika adalah cabang filsafat umum yang membahas masalah berpikir yang benar, yaitu mengikuti kaidah berpikir logis. Argumentasi dalam ilmu logika adalah ukuran atau norma berpikir, yaitu kemampuan akal manusia untuk sampai pada kebenaran. Ini adalah cabang filsafat yang berurusan dengan prinsip-prinsip pemikiran untuk menarik kesimpulan dengan benar dan akurat. Jika demikian, maka filsafat ilmu juga mengajak para ilmuwan untuk berpikir secara logis, sehingga ilmu yang dimilikinya lebih dapat diandalkan

Logika konvensional atau logika naturalistik, yaitu cara berpikir sederhana berdasarkan fitrah atau naluri fitrah manusia yang telah dilengkapi dengan alat berpikir sejak lahir. Logika modern atau logika buatan dipelopori oleh Aristoteles dalam bukunya “Organeri” yang berarti aparatus atau alat untuk berpikir. Logika buatan terbagi menjadi dua, yaitu logika formal, yaitu logika yang mempelajari cara-cara atau cara kerja akal dan menilai hasil logika formal yang diuji dengan kenyataan di lapangan. Logika material mempelajari sumber-sumber pengetahuan, alat-alat pengetahuan, proses terjadinya pengetahuan, yang kemudian membentuk metode ilmu itu. Logika adalah penalaran rasional ketika digunakan untuk memeriksa fenomena. Setiap ilmu memiliki objek yang unik dibandingkan dengan ilmu yang tidak tergolong ilmu. Setiap ilmu selalu menggunakan logika tertentu untuk mendapatkan kebenaran. hubungan antara sains, logika dan filsafat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Semua sains menggunakan penalaran. Melalui filsafat ilmu, manusia dapat berpikir secara logis tentang masalah yang dihadapinya.

Logika Berasal Dari Kata

Kemampuan bernalar dengan benar adalah keterampilan yang diperoleh melalui latihan terus-menerus sehingga tercipta kebiasaan terus-menerus dalam pikiran kita untuk berpikir sesuai dengan hukum atau prinsip berpikir. Penalaran (bentuk berpikir) sangat erat kaitannya dengan aktivitas akal manusia “berpikir”. Berpikir adalah bagian dari kehidupan manusia. Semua orang telah melakukannya. Dengan berpikir kita dapat berdiskusi, menulis, mempelajari deskripsi, mendengarkan penjelasan dan mencoba menarik kesimpulan.

Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Persoalan Jadi Perhatian Seorang Filsafat

Logika memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Setiap orang sejak zaman kuno pasti memikirkan dunia ini dengan logika. Waktu saya SD diajarkan logika yang dimasukan ke dalam berbagai mata pelajaran seperti IPS, IPA, matematika dan bahasa. Ketika guru menjelaskan bahwa benda yang berat jenisnya lebih berat dari air akan tenggelam, maka logika ikut bermain. Ketika guru menjelaskan perhitungan dengan menggunakan model stacked ridges atau gaps, maka yang ditanamkan adalah logika matematika. Banyak ilmu yang harus dikuasai, harus dicapai dan diterima manusia dengan logika.

8 Menurut Aristoteles, “logika” adalah persiapan yang mendahului sains atau alat (organik) untuk melakukan sains. Orang pertama yang menggunakan istilah “logika” adalah Cicero (abad pertama SM) dalam arti “seni penalaran”. Pada awal abad ketiga Masehi Alexander Aphrodisias menggunakan istilah “logika” untuk mengartikan apa yang dikenal saat ini. Immanuel Kant (abad XVIII) mengatakan bahwa logika tidak berkembang. Namun, pada pertengahan abad ke-19, logika berkembang karena beberapa tokoh mencoba menerapkan matematika ke dalam logika. Ciri ini sekarang dikenal dengan munculnya logika modern. Sejak saat itu, logika terbagi menjadi logika tradisional/klasik dan logika modern yang biasa dikenal dengan logika matematis/simbolik. Logika tradisional/klasik adalah sistem yang diciptakan oleh Aristoteles yang fungsinya untuk menganalisis bahasa. Sementara itu, logika modern berupaya menerapkan prinsip-prinsip matematika pada logika tradisional dengan menggunakan simbol-simbol non-linguistik. Oleh karena itu keduanya berhubungan erat satu sama lain. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang kedua jenis logika ini sangat membantu untuk berpikir secara teratur, tepat, dan terperinci.

Logika menyatakan, menjelaskan dan menerapkan hukum-hukum abstrak yang dapat digunakan di semua bidang ilmu (bahkan di semua bidang kehidupan). Logika meningkatkan daya pikir abstrak dan dengan demikian melatih dan mengembangkan daya pikir dan menimbulkan disiplin intelektual. Logika mencegah kita disesatkan oleh apa pun yang kita peroleh berdasarkan otoritas, emosi, dan prasangka. Logika – yang sekarang dikenal sebagai “zaman akal” – membantu kita berpikir untuk diri kita sendiri dan mengetahui perbedaan antara benar dan salah. Logika membantu manusia untuk berpikir jernih, tepat dan teratur karena dengan berpikir demikian seseorang dapat memperoleh kebenaran dan terhindar dari kesehatan.

10 C. JENIS-JENIS LOGIKA Ilmu memiliki dua jenis perhatian, yaitu: (1) Logika dan (2) Verifikasi. Itu berarti. Sains harus bermain di atas logika dan didukung oleh data (verifikasi). Tanpa logika, pengetahuan tidak ada artinya. Logika akan memandu penyelidik dalam pencariannya akan kebenaran. Logika mengutamakan kesadaran dan penalaran yang jelas dalam segala hal. Logika yang sehat harus didukung dengan konfirmasi, artinya ada penjelasan dan pengertian yang mendalam. Penegasan bisa menjadi cara untuk sampai pada kebenaran jika didukung oleh metode berpikir logis. Verifikasi merupakan langkah pembuktian pengetahuan yang didukung oleh data yang dapat dipercaya. Dalam filsafat ilmu pada dasarnya ada dua hal yang harus ditelusuri, yaitu: (1) kebenaran dan (2) fakta. Kebenaran adalah cita-cita tertinggi yang dikejar oleh filsafat ilmu. Kebenaran juga harus didukung oleh fakta. Kebenaran yang didukung oleh fakta, diperoleh melalui penerapan pemikiran metodis. Pemikiran metodologis didasarkan pada fakta absolut. Fakta-fakta yang penting dalam pencarian kebenaran sering disebut data. Dengan kata lain, data adalah sumber daya untuk menemukan kebenaran logis. Kebenaran dan fakta selalu mengalahkan logika.

Aljabar Boolean Dan Gate

Urutan pertama adalah cara berpikir yang menggunakan logika matematika. Fakta dalam logika matematika harus didasarkan pada fakta objektif. Logika matematika selalu didasarkan pada fakta yang dapat dipercaya. Durasi logika matematika cukup lama, logika matematika didasarkan pada apa yang dirasakan oleh indera kita. Urutan kedua (bahasa) biasanya banyak digunakan untuk menarik kesimpulan tentang bahasa dan fakta sastra. Ada dua teori yang berkaitan dengan urutan kedua, yaitu (1) pemikiran formal, yaitu teori bahasa Platonik, bagi ahli bahasa. Manusia sebenarnya mampu berpikir formal. Lahir Kata Benda, Kata Kerja, Kata Sifat. Orang bisa berpikir secara alami sehingga ada subjek, anteseden, dan objek. (2) pemikiran konseptual, yaitu teori bahasa Comski, untuk Doctor of Letters. Apa yang muncul dalam pikiran kita.

Logika alam adalah kinerja pikiran manusia yang berpikir secara benar dan langsung sebelum dipengaruhi oleh keinginan dan kecenderungan subjektif. Kemampuan penalaran alami manusia sudah ada sejak lahir. Logika ilmiah memurnikan, mempertajam pikiran dan nalar. Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan prinsip-prinsip yang harus diikuti dalam setiap pemikiran. Logika ilmiah dimaksudkan untuk mencegah atau setidaknya mengurangi kesalahan. Logika alam ada pada setiap manusia karena kodratnya sebagai makhluk rasional. Selama manusia memiliki proporsi, mereka dapat berpikir. Atau dengan akal manusia dapat bekerja menurut hukum-hukum logika baik dengan sendirinya maupun dengan sengaja. Misalnya, manusia dapat berpikir secara otomatis atau sengaja. Misalnya, orang mungkin secara otomatis berpikir bahwa orang A bersama orang B atau bahwa “makan” tidak sama dengan “tidur”. Jadi meski tanpa mempelajari logika ilmiah, orang bisa berpikir logis dengan mendasarkan pemikirannya pada akal sehat saja. Contoh lain misalnya seorang trader tidak perlu belajar logika ilmiah untuk maju di bidangnya. Logika ilmiah adalah ilmu terapan normatif yang mempelajari hukum, prinsip, dan bentuk pikiran manusia yang bila diikuti akan membawa kita pada kesimpulan langsung/sah. Logika ilmiah menghadirkan metode yang memastikan penalaran kita tepat/tepat. Bagaimana cara menghindari kesalahan dan kesalahpahaman dalam berpikir? Namun, harus disadari bahwa logika ilmiah merupakan penjelasan lebih lanjut atau penyempurnaan dari logika alam.

13 Dari ketiga jenis logika tersebut, selalu memiliki fungsi untuk menemukan kebenaran. Logika menawarkan pemikiran analitis dan sintetik untuk menciptakan kebenaran. Ada perbedaan antara kebenaran bentuk dan kebenaran isi. Logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk disebut logika formal, sedangkan logika yang berbicara tentang kebenaran isi disebut logika substantif. Kedua logika pemikiran ini saling melengkapi dalam kehidupan manusia. Selanjutnya, logika formal disebut juga logika minor dan logika substantif disebut juga logika mayor. Sebuah argumen dikatakan memiliki kebenaran formal, jika kita secara logis menarik kesimpulan dari premis-premis atau titik tolak dengan mengabaikan isi yang kadang-kadang disertakan dalam argumen. Di sana Anda harus memperhatikan penyusunan soal-soal yang akan menjadi prasyarat atau dasar dari hasil.

Pola argumentatif disebut bentuk penalaran. Argumen dengan bentuk yang benar disebut argumen yang benar atau valid. Jadi simbol M, P dan S dapat diganti dengan arti apapun, selama himpunan premis (mendasari konklusi) benar dan konklusi sebenarnya ditarik secara logis dari premis-premis tersebut, maka penalarannya benar/valid Misalnya: Malaikat adalah benda fisik. Batu itu adalah malaikat. Jadi batu itu adalah benda fisik.

Kd.3.4 Menerapkan Logika Dan Operasi Perhitungan Data

15 Penalaran ilmiah menekankan penalaran yang benar atau sahih serta isi atau makna yang sesuai dengan kenyataan. Dengan kata lain, kebenaran penalaran dari segi bentuk dan isi merupakan praanggapan-kondisi mutlak dari praanggapan dalam ilmu pengetahuan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penalaran memiliki empat kemungkinan, yaitu: Sah dalam bentuk tetapi salah dalam isi: Misalnya: “Manusia adalah binatang berkaki empat.” Alibaba adalah manusia. Jadi, Alibaba adalah hewan berkaki empat.” Bentuknya tidak valid, tetapi isinya benar: Misalnya: “Semua ayam memiliki kaki. Dadar bukan ayam. Jadi Dadang punya kaki.” Sah dalam bentuk dan benar dalam isi: Contoh: “Kota yang berada di utara Roma lebih sejuk dari Roma. London adalah kota yang terletak di utara Roma. Jadi, London lebih dingin dari Roma. Tidak sah dalam bentuk dan salah isinya: Misalnya :“Segala sesuatu yang lebih ringan dari batu apung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *