Dunia Hanya Sementara Akhirat Selamanya

Dunia Hanya Sementara Akhirat Selamanya – Dunia yang kita tinggali tidak lebih dari sekadar sementara. Kita tidak akan selamanya berada di dunia, nyatanya kita hidup di dunia ini hanya sebentar saja, seperti kedipan mata. Ada yang diberi umur pendek oleh Tuhan, dan ada yang diberi umur panjang. Namun, panjang dan pendeknya usia ini hanya ada di mata manusia.

Ada orang yang berumur panjang, tetapi penuh kesombongan bahkan kemaksiatan, sehingga usia puluhan tahun mereka tidak ada artinya. Sebaliknya, ada orang-orang yang umurnya pendek, tetapi sangat padat dalam beramal saleh dan beribadah kepada Allah, sehingga sebenarnya umurnya yang pendek di dunia ini telah memberikan makna yang besar bagi dirinya.

Dunia Hanya Sementara Akhirat Selamanya

Allah berfirman: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang lalai, menghiasi dan membanggakan di antara kamu dan membual tentang kekayaan yang melimpah dan anak-anak, seperti hujan yang tanamannya mengejutkan para petani; kemudian tanaman menjadi layu dan kamu lihatlah ia menguning lalu hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan serta kenikmatannya. (QS. al-Hadiid [57]: 20)

Hidup Di Dunia Hanya Sementara

Beginilah cara Tuhan menjelaskan realitas dunia tempat kita hidup. Oleh karena itu, penting agar kita tidak tertipu oleh gemerlap kehidupan di dunia yang menipu ini. Sebab tidak sedikit yang terpesona oleh gemerlap kekayaan, keindahan, dan kenikmatan yang melimpah di dunia, hingga larut, terlelap dalam keindahan dunia fana, dan akhirnya terabaikan dan tersesat.

Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk mencari perlindungan dari Allah SWT untuk menyelamatkan kita dari tipu daya dunia. Kita juga harus berdoa kepada Tuhan untuk menghujani kita dengan hidayah-Nya, agar kita tidak termasuk hamba-hamba-Nya yang tersesat di dunia. Karena betapa ruginya orang yang tersesat di dunia ini, maka keadaannya di akhirat pun tak kalah sengsara.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pernah Rasulullah mengunjungi salah seorang sahabatnya yang sedang sakit. Tubuh teman ini sudah kurus akibat sakit yang dideritanya. Kemudian Utusan Allah bertanya kepadanya, “Apakah Anda berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah?”

Sahabat itu menjawab, “Ya. Anda benar-benar tidak akan tahan. Mengapa kamu tidak mengatakan: Allahumma aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa adzaabannaar (Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungi kami dari siksa Neraka).

Tak Ada Yang Abadi Di Dunia Ini

Maka sahabat itu berdoa kepada Allah sesuai dengan petunjuk Rasulullah, dan Allah memberinya obat. (HR.Muslim)

Doa yang diajarkan Rasulullah saw kepada kita sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan di antara mereka ada yang berdoa: Ya Tuhan kami, beri kami kebaikan dalam hal ini. dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah [2]: 201)

Allah SWT ingin kita memohon kepada-Nya dengan doa ini. Itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita. Tidak ada maksud atau tujuan dalam mengajarkan shalat ini kecuali bahwa di dalamnya terkandung kebaikan yang sangat agung dan penting.

Saudaraku, dunia ini hanyalah persinggahan, hanya persinggahan sementara dan jelas bukan tujuan dari perjalanan hidup kita. Dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya sarana untuk mencapai kehidupan yang sebenarnya di akhirat.

Foto Dakwah: Kalo Urusan Dunia Aja Pro Giliran Ngejar Akhirat Noob

Jadi kehidupan akhirat jelas jauh lebih penting daripada kehidupan di dunia ini. Tapi, bukan berarti kita hanya menjalani hidup di dunia ini sesuai standar kita. Karena kesempatan untuk hidup di dunia ini merupakan anugerah besar dari Allah SWT. Betapa tidak, hidup di dunia adalah kesempatan untuk beribadah kepada Allah, sedangkan kesempatan untuk beribadah kepada-Nya tidak lain adalah anugerah besar dari Allah kepada setiap makhluk-Nya.

Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan, tidak ada waktu yang dapat disia-siakan di dunia ini kecuali layak disembah di hadapan-Nya. Setiap aktivitas yang dilakukan harus bernilai ibadah, sehingga menjadi ajakan datangnya pertolongan Allah selama hidup di dunia dan kelak di akhirat.

Oleh karena itu, sekalipun dunia ini adalah kehidupan yang penuh duri dan onak, penuh cobaan dan ujian, seperti padang pasir, namun orang yang beriman kepada Tuhan akan menjalaninya dengan ringan dan penuh kebahagiaan. Bagi orang yang tidak percaya pada Tuhan, dunia ini sangat membosankan bagi mereka. Bahkan sebagian dari mereka merasa bahwa hidup di dunia ini seperti siksaan yang tak berkesudahan. Untuk membuat mereka merasa bahwa hidup mereka sempit, sulit dan sempit. Semoga kita menjalani kehidupan dunia dengan gembira dan tenteram, penuh kebahagiaan. Amin. Dunia hanya sementara dan selamanya. Kalau tidak salah, saya pernah memposting status tentang waktu berlalu begitu cepat…, itu bukan omong kosong. Perasaan menikah kemarin, anak-anak sudah besar. Si bungsu sudah kelas 10. Si sulung bahkan lulus S2, anak-anak lainnya sudah dua sarjana dan satu masih SMA di pesantren.

Saya tidak ingin mengupdate cerita perkembangan anak. Dalam penulisan Cerita Ida kali ini, saya lebih fokus pada kisah waktu yang terasa begitu cepat berlalu. Ternyata hal ini sependapat dengan sabda Nabi SAW:

Lima Belas) Ayat Al Quran Tentang Kematian Dalam Islam

“Kiamat tidak akan terjadi sampai waktu yang dekat (waktu terasa singkat), setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti terbakarnya daun pohon kurma.” (HR. Ahmad; disahkan oleh Syaikh Albani dalam al-Jaami’ ash Shaghiir, 7299)

“Sungguh kita menemukan kecepatan hari-hari yang telah berlalu dan tidak kita temukan di masa sebelum zaman kita sekarang. Itu pun tidak ada kehidupan yang terasa nikmat. Dan sesungguhnya itulah arti dari semua itu. dicabutnya nikmat segala sesuatu, bahkan tentang waktu. Dan itu adalah tanda bahwa hari kiamat sudah dekat. (Fathul Baari, XIII/19)

Waktu berlalu begitu cepat sehingga Nabi SAW bersabda bahwa akhir dunia sudah dekat. Jadi ingat sebuah ayat dari Quran yang mengatakan:

اقْتَرَبAN uran ِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعَةٍ مُ kurs غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ غ.

Dunia Sementara Akhirat Selamanya

Sangat menyedihkan jika dimasukkan ke dalam kalimat. Banyak orang menjadi lebih dan lebih asyik di dunia. Mereka yang benar-benar berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadits tidak boleh terlalu fanatik terhadap agama. Nah… Al-Qur’an diturunkan untuk ditaati, eh dianggap fanatik… begitulah kondisi akhir zaman ini.

“Sesungguhnya yang paling aku takuti adalah mengikuti nafsu dan khayalan. Mengikuti nafsu bisa menghalangi kebenaran, sedangkan khayalan bisa membuat seseorang melupakan akhirat. maka jadilah pengikut akhirat, dan jangan jadi pengikut dunia.Sesungguhnya hari ini adalah waktu untuk berbuat kebaikan tanpa perhitungan, dan besok (di akhirat) adalah waktu perhitungan, bukan waktu perhitungan. perbuatan.” (Shifatush Shafwah, Ibnul Jauzi, I/321-322)

“Dunia ini hanya tiga hari. Adapun kemarin, ya itu pergi dengan apa yang saya miliki. Adapun besok, maka Anda mungkin tidak dapat menemukannya. Dan hari ini adalah milik Anda, jadi beramallah (dengan perbuatan baik). Tentang itu “.

Demikianlah banyak cobaan atau peristiwa yang disebutkan dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan akhir zaman terjadi. Namun panjangnya imajinasi manusia membuatnya tertidur hingga menganggap bukti kejadian di masa sekarang hanyalah angin yang lewat.

Jual Kaos Dakwah Islami Muslim (bayar Ditempat) Dunia Sementara Akhirat Selamanya R 0227

Dikatakan bahwa ada tiga hal yang orang yang hidupnya hanya mengejar dunia tanpa memikirkan akhirat, yaitu kelelahan yang terus menerus, kesedihan yang berkepanjangan dan kehilangan yang tidak terbatas.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang lalai dengan tempat kembali kita. Karena dunia ini fana, suatu hari kita harus pulang, suka atau tidak suka, saat itu akan tiba. Jangan sampai kita termasuk orang yang mengalami kehilangan yang tiada henti, duka yang berkepanjangan dan keletihan yang terus menerus baik di dunia maupun di akhirat.

Baiklah teman-teman semoga tulisan Kisah Ida kali ini yang berjudul Dunia Sementara Akhirat Selamanya dapat menjadi pengingat terutama agar penulis dapat menggunakan waktu yang tersisa untuk tidak mengikutsertakan orang-orang yang mengalami penyesalan di alam keabadian itu. pasti akan datang meski terasa jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *