Program Latihan Lari Jarak Menengah

Program Latihan Lari Jarak Menengah – Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia perlu dikembangkan pendidikan jasmani dan olahraga di masyarakat yang bercirikan kualitas jasmani yang tinggi, usia lanjut, umur panjang dan usia produktif yang semakin meningkat. Demikian pula pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah juga perlu benar-benar ditingkatkan untuk meningkatkan semangat dan semangat hidup. Hal ini sangat tepat karena selain memiliki perkembangan fisik, mental dan sosial masyarakat. Karena warga sekolah adalah kader penerus bangsa.

Pendidikan jasmani adalah aspek dari keseluruhan proses pendidikan yang berhubungan dengan pengembangan dan penggunaan kemampuan gerak pribadi yang bersifat sukarela dan bermanfaat serta secara langsung berkaitan dengan respon mental, emosional dan sosial. (Arma Abdullah, 1996: 2)

Program Latihan Lari Jarak Menengah

Meningkatkan prestasi daripada meningkatkan pendidikan jasmani dan olahraga adalah tujuan. Seperti kita ketahui, hanya melalui lembaga pendidikan banyak atlet berbakat dan terampil yang dapat meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun di tingkat dunia.

Tips Latihan Renang Untuk Pemula

Olahraga adalah serangkaian latihan teratur dan terencana untuk mempertahankan gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan mobilitas (meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, olahraga merupakan kebutuhan hidup yang bersifat periodik; Artinya, olahraga tidak dapat ditinggalkan sebagai sarana untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Olahraga merupakan sarana untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani, dan sosial. Gerak berarti melaksanakan unsur-unsur olahraga. Unsur olahraga dapat dilakukan oleh manusia dalam kegiatan sehari-hari antara lain berjalan, berlari, melompat dan melempar.

Atletik meliputi bidang-bidang berikut: jalan, lari, lompat, lempar, juga pertandingan ganda. Lari, lompat, dan lempar adalah latihan fisik tertua dan paling alami dan telah dimasukkan dan menjadi bagian utama dari pendidikan jasmani dan Olimpiade sejak zaman kuno. (U. Jonathan, 1987: 1)

Olahraga atletik dilakukan di trek dan lapangan. Track digunakan untuk berlari sedangkan field digunakan untuk melempar dan melompat. Atletik dipelajari, diselenggarakan dan dikembangkan karena memiliki nilai pendidikan yang tinggi dan penting.

Atletik merupakan olahraga yang dapat dimainkan baik oleh pria maupun wanita. Jenis atau jumlah perlombaan terdiri dari 4 kelompok utama, yaitu:

Macam Macam Start Jongkok Dalam Atletik, Ketahui Dan Pahami Tekniknya

F lari lintas alam; 3.000 meter hingga 10.000 meter di alam (di luar stadion) dengan rintangan alam.

H lari maraton; 42,195 km, biasanya satu arah dimulai di stadion, kemudian keluar dari stadion di jalan aspal (tanpa pembatas) dan berakhir di stadion satu arah. Untuk lari maraton, pos penyegaran dan pos penyiraman harus disediakan.

“Sprinting (lari cepat) adalah kemampuan seseorang untuk memindahkan posisi tubuhnya dari satu tempat ke tempat lain dengan kecepatan yang melebihi kecepatan dasar keterampilan lari kecil.” (Adang Suhrman, 2001: 30).

Sprint adalah kompetisi lari di mana semua peserta berlari dengan kecepatan penuh untuk menempuh jarak tertentu. Acara jarak pendek meliputi lari gawang 100 m, 200 m, 400 m, 4 x 100, 4 x 400 m, lari gawang 100 m, lari gawang 200 m, dan lari gawang 400 m. (Budi Sutrisnow, 2010: 30)

Lari Jarak Menegah

Berbicara lari 100 meter atau sprint berarti kita membahas teknik lari sprint. Teknik ini meliputi: memulai, berlari, dan memasuki garis finis. Di antara ketiga teknik tersebut, teknik ini tidak dapat berdiri sendiri, melainkan merupakan rangkaian gerakan yang bersatu dan saling mendukung untuk mencapai prestasi terbaik, karena: memerlukan gerakan secepat mungkin dari jarak 60 meter, sehingga persaingan dalam ajang ini sangat penting. Ketat tidak lagi dalam hitungan detik, tetapi dalam seperseratus detik. Persaingan sangat ketat, penting untuk mempelajari teknik dengan benar. Pro dan kontra benar-benar dipertimbangkan. Selain faktor dasar dan kondisi tubuh, teknik ini tak kalah pentingnya. Teknik lari adalah cara memulai, cara berlari dan cara menyelesaikan. Untuk mencapai prestasi puncak mereka harus menguasai sepenuhnya teknik sprint 100m, dalam arti harus mampu melakukan gerakan-gerakan yang paling benar dan seefisien mungkin. Hal-hal seperti itu perlu dikuasai oleh pelatih, guru atau atlet itu sendiri. Selain teknik tersebut, kemampuan dasar yang harus dilatih dengan baik yaitu: kekuatan (

). Kekuatan ini terdiri dari tenaga terbesar yang dikerahkan oleh tubuh, kecepatan adalah kontraksi otot yang paling cepat sehingga dapat dihasilkan dalam waktu singkat. Sedangkan daya tahan adalah kemampuan otot untuk berkontraksi dalam jangka waktu yang lama.

Apalagi di cabang atletik yang nomor sprintnya merupakan nomor paling bergengsi, persaingannya ketat. Tidak hanya batas waktu kompetisi yang sangat tipis, tetapi teknik dan taktik kompetisi juga perlu mendapat perhatian serius. Perhitungannya begitu ketat hingga hal terkecil yang mendukung pencapaian lari sprint 100 meter benar-benar diperhitungkan dengan cermat. Bahkan kesalahan kecil di awal membuat lawannya tertinggal. Bagi atlet profesional dapat dikatakan bahwa faktor kekuatan, kecepatan dan daya tahan seimbang. Maka hal-hal penunjang seperti: cara memulai, cara berlari dan cara memasuki finish juga tidak kalah penting untuk dipelajari dan dilatih.

Berlari memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga metode, program, dan strategi pelatihan lainnya juga ditentukan atau dirawat. Seperti disebutkan sebelumnya, balapan jarak pendek membutuhkan daya tahan anaerobik yang lebih dominan daripada daya tahan yang mengarah ke daya tahan anaerobik yang lebih tinggi. Lari merupakan kegiatan yang digunakan hampir di semua cabang olahraga sebagai sarana membangun daya tahan tubuh. Kegiatan yang dilakukan dengan beban tertentu akan menghasilkan daya tahan aerobik dan anaerobik. Menurut pengetahuan peneliti di MTsN 9 Megaton Kecamatan Bando prestasi lari 100m banyak mengalami penurunan, maka dari itu peneliti ingin meningkatkan prestasi lari 100m dengan menggunakan latihan percepatan.

Berlari Untuk Mengejar Mimpi

Latihan terprogram adalah latihan yang memiliki tujuan yang jelas, isinya sesuai dengan jumlah permainan yang akan dilatih, waktunya juga jelas. Nomor lari dalam atletik juga memiliki metode latihan tertentu yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi lari 100m. Metode latihan untuk meningkatkan performa dalam sprint 100m antara lain: circuit training, interval training, sprint training, hollow sprint and interval running, akselerasi. Pada penelitian ini akan dipelajari latihan percepatan lari sprint 100m.

Latihan akselerasi sprint adalah latihan yang terdiri dari peningkatan bertahap atau interval sprint dari joging hingga berjalan di akhir dengan sprint. Untuk latihan akselerasi, seorang pelari dapat berlatih dengan tiga variasi: 1) joging 50 meter atau 120 yard. 2) Berlatih lari 50 meter atau 120 yard. 3) Berlatih berjalan 50 meter atau 120 yard.

Teknik sprint yang perlu diperhatikan adalah: 1) Kecepatan lari harus dengan langkah besar atau lebih banyak langkah per detik. 2) Kecepatan dapat dibagi dengan waktu reaksi (20 m pertama, 60 m detik dengan langkah tetap, akhirnya berjalan kaki 10 sampai 20 m berkurang. Jadi kecepatan dapat dibatasi sebagai kemampuan untuk berlari dalam jarak yang telah ditentukan dalam waktu sesingkat mungkin .

Upaya pemerintah saat ini dalam upaya meningkatkan prestasi atlet di Indonesia cukup serius. Yusuf Hadismita (1996: 34), berpendapat bahwa:

Resep Penyusunan Program Latihan Fisik

Dalam upaya peningkatan prestasi olahraga, pembinaan dan pembinaan bakat, pembinaan, pendidikan dan pembinaan prestasi olahraga berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih efektif dan efisien, serta prestasi olahraga harus terus dilakukan pembinaan pemain sedini mungkin. Kualitas lembaga olahraga baik di pusat maupun di daerah. .

Berdasarkan ketentuan di atas, jelas bahwa ada upaya pemerintah untuk memajukan dan mewujudkan tujuan pembangunan Indonesia melalui kegiatan olahraga. Namun tujuan tersebut akan tercapai apabila dilakukan upaya yang sungguh-sungguh, terarah, terencana dan terkoordinasi oleh masyarakat, lembaga pendidikan dan pemerintah secara bersama-sama, melalui upaya pembangunan di segala bidang pendidikan dan kesehatan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. dan perkembangan manusia seutuhnya.

Generasi muda merupakan generasi yang potensial sehingga pembinaan generasi muda menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah, maka upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan program pendidikan di bidang pendidikan formal dan non formal yang direalisasikan. Kepada jenis dan jenjang pendidikan karena betapa pentingnya pelaksanaan pendidikan olahraga dalam kehidupan berbangsa. Kita tahu bahwa olahraga mampu mempersatukan berbagai suku bangsa di dunia melalui berbagai kegiatan olahraga di tingkat regional dan internasional.

Untuk memajukan tujuan pembangunan nasional pendidikan olahraga dalam suatu kurikulum, kegiatan olahraga dijadikan mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan mulai dari TK sampai SMA. Salah satu cabang olahraga wajib adalah atletik.

Tingkatkan Performa Race Kamu

Pada penelitian ini diterapkan pada siswa kelas VIII MTsN 9 Megatan Kecamatan Bando. Cobalah dengan membagi menjadi 2 kelompok. Mendasari permasalahan tersebut adalah penelitian terkait pengaruh latihan percepatan pada lari sprint 100m, berdasarkan berbagai pertimbangan. Pemilihan metode ini didasarkan pada penggunaan sistem energi yang paling dominan pada lari sprint 100 m yang mengeluarkan seluruh energi dalam waktu kurang dari 30 detik, sistem energi yang dibutuhkan adalah ATP-PC.

Buku Proses dan Prinsip Statistik menjelaskan bahwa “hipotesis adalah prediksi tentang suatu populasi dan pernyataan tentang populasi yang perlu diuji.” (Martini, 2005: 35). Jadi yang dimaksud dengan hipotesis adalah pernyataan/jawaban yang bersifat sementara atau masalah penelitian sampai terbukti kebenarannya.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan menurut pendapat para ahli maka rumusan hipotesis alternatif (Ha) mengemukakan bahwa “penggunaan latihan akselerasi dapat meningkatkan prestasi lari 100 meter di Kelas VIII MTsN 9 Megatan , Kecamatan Bando, Kabupaten Megatan.

1. Sebagai bahan informasi khususnya bagi para pelatih atletik dan guru olahraga mengenai latihan teknik dasar atletik untuk meningkatkan prestasi atlet.

Upaya Peningkatan Prestasi Lari 100m Melalui Latihan Akselerasi Pada Siswa Kelas Vi

“” berarti “kompetisi” secara keseluruhan berarti “lima kompetisi” atau kompetisi yang terdiri dari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *